Source / pinned edition
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal
Source of package id.halal · 33/2014
- work
- urn:id:clir:halal#UU_JPH
- number
- 33/2014
- kind
- urn:id:clir:halal#law
UUJPH_ID
- edition
- urn:id:clir:halal#UUJPH_ID
- language
- id
- officiality
- official
- materialisation
- PINNED_UNOFFICIAL_COPY
- life cycle
- adopted: 2014-10-17; published: 2014-10-17; in_force: [object Object]
Publications
| URI | Type | documentHash | Retrieved |
|---|---|---|---|
| https://cmsbl.halal.go.id/uploads/2014_UU_Nomor_33_Tahun_2014_Jaminan_Produk_Halal_2209235c2a.pdf | text/plain; charset=utf-8 | sha256:71f093c981ad713e9a1aabe11a084fc19f9a6fc3f0c8394c3c7be29389a1d1f9 | 2026-08-31T00:00:00Z |
Fragments — 69
article/1 · article · referenced by: 7
id · official · sha256:4dc5b00339bc45a9625e5017d19cce081f76d7cbccf0014092728016f94490a8ID
Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait
dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk
kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik,
serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau
dimanfaatkan oleh masyarakat.
2. Produk Halal adalah Produk yang telah dinyatakan
halal sesuai dengan syariat Islam.
3. Proses Produk Halal yang selanjutnya disingkat PPH
adalah rangkaian kegiatan untuk menjamin
kehalalan Produk mencakup penyediaan bahan,
pengolahan, penyimpanan, pengemasan,
pendistribusian, penjualan, dan penyajian Produk.
4. Bahan adalah unsur yang digunakan untuk
membuat atau menghasilkan Produk.
5. Jaminan Produk Halal yang selanjutnya
disingkat JPH adalah kepastian hukum terhadap
kehalalan suatu Produk yang dibuktikan dengan
Sertifikat Halal.
6. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang
selanjutnya disingkat BPJPH adalah badan yang
dibentuk oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan
JPH.
7. Majelis Ulama Indonesia yang selanjutnya
disingkat MUI adalah wadah musyawarah para
ulama, zuama, dan cendekiawan muslim.
8. Lembaga Pemeriksa Halal yang selanjutnya disingkat
LPH adalah lembaga yang melakukan kegiatan
pemeriksaan dan/atau pengujian terhadap kehalalan
Produk.
9. Auditor Halal adalah orang yang memiliki
kemampuan melakukan pemeriksaan kehalalan
Produk.
10. Sertifikat Halal adalah pengakuan kehalalan suatu
Produk yang dikeluarkan oleh BPJPH berdasarkan
fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh MUI.
11. Label Halal adalah tanda kehalalan suatu Produk.
12. Pelaku Usaha adalah orang perseorangan atau
badan usaha berbentuk badan hukum atau bukan
badan hukum yang menyelenggarakan kegiatan
usaha di wilayah Indonesia.
13. Penyelia Halal adalah orang yang bertanggung jawab
terhadap PPH.
14. Setiap orang adalah orang perseorangan atau badan
hukum.
15. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang agama.Referencing norms: BusinessOperator, Certificate, Lph, Material, Person, Product, halal_product
article/10 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:f4254441a749515c92338ea318bec020ac06f7be20d5bc9706e111fdea77fb19ID
Pasal 10
(1) Kerja sama BPJPH dengan MUI sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 7 huruf c dilakukan dalam
bentuk:
a. sertifikasi Auditor Halal;
b. penetapan kehalalan Produk; dan
c. akreditasi LPH.
(2) Penetapan kehalalan Produk sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf b dikeluarkan MUI dalam bentuk
Keputusan Penetapan Halal Produk.Referencing norms: HalalDeterminationTakesDecreeForm, halal_determination_takes_decree_form
article/11 · article · referenced by: 5
id · official · sha256:4cec4acfd1819df79a622013963c692d6aa00862a19bb144c5330d8b650cf0c3ID
Pasal 11
Ketentuan lebih lanjut mengenai kerja sama
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9,
dan Pasal 10 diatur dengan atau berdasarkan Peraturan
Pemerintah.Referencing norms: DelegatedMatter, DelegatedRegulationPower, IssueImplementingRegulation, assert-h2adad0833f3a6f63ce6d526e40728f476a27ac7f2cdeb88272ab70241ab83af6, delegated_to
article/12 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:cf1de1e9a36dd1a1df78d465a33d8acf62cf520c552d08e415355c24d1bdbfb2ID
Pasal 12
(1) Pemerintah dan/atau masyarakat dapat mendirikan
LPH.
(2) LPH sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
mempunyai kesempatan yang sama dalam
membantu BPJPH melakukan pemeriksaan
dan/atau pengujian kehalalan Produk.Referencing norms: EqualOpportunityToAssist, LphEstablishmentPermitted, equal_opportunity_to_assist, may_establish_lph
article/13 · article · referenced by: 3
id · official · sha256:0669483414c2914e476b63f6eb450778dc3d87d7bccf3c9a1636f3e76191c44cID
Pasal 13
(1) Untuk mendirikan LPH sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12, harus dipenuhi persyaratan:
a. memiliki kantor sendiri dan perlengkapannya;
b. memiliki akreditasi dari BPJPH;
c. memiliki Auditor Halal paling sedikit 3 (tiga)
orang; dan
d. memiliki laboratorium atau kesepakatan kerja
sama dengan lembaga lain yang memiliki
laboratorium.
(2) Dalam hal LPH sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
didirikan oleh masyarakat, LPH harus diajukan oleh
lembaga keagamaan Islam berbadan hukum.Referencing norms: LphRequirementsMet, PublicLphNeedsIslamicProposal, lph_requirements_met
article/14 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:b649565c2cd80ff3f6bca75dd54f6f22f48fe0579a39ef9c2440d2a307f7a9b6ID
Pasal 14
(1) Auditor Halal sebagaimana dimaksud dalam Pasal
13 huruf c diangkat dan diberhentikan oleh LPH.
(2) Pengangkatan Auditor Halal oleh LPH sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi
persyaratan:
a. warga negara Indonesia;
b. beragama Islam;
c. berpendidikan paling rendah sarjana strata 1
(satu) di bidang pangan, kimia, biokimia, teknik
industri, biologi, atau farmasi;
d. memahami dan memiliki wawasan luas
mengenai kehalalan produk menurut syariat
Islam;
e. mendahulukan kepentingan umat di atas
kepentingan pribadi dan/atau golongan; dan
f. memperoleh sertifikat dari MUI.Referencing norms: AuditorAppointmentValid, auditor_appointment_valid
article/15 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:ebb0635beb959c9a0206979a89f2f83c2d0ecf8b8b2a6a75ddd346dc6124e45bID
Pasal 15
Auditor Halal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14
bertugas:
a. memeriksa dan mengkaji Bahan yang digunakan;
b. memeriksa dan mengkaji proses pengolahan Produk;
c. memeriksa dan mengkaji sistem penyembelihan;
d. meneliti lokasi Produk;
e. meneliti peralatan, ruang produksi, dan
penyimpanan;
f. memeriksa pendistribusian dan penyajian Produk;
g. memeriksa sistem jaminan halal Pelaku Usaha; dan
h. melaporkan hasil pemeriksaan dan/atau pengujian
kepada LPH.Referencing norms: AuditorExaminationDuty, AuditorReportDuty, ExamineAndAssess, ReportExaminationToLph
article/16 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:ee7a67cc7eecc663eed5279be9794ad73a620185b4550eba06406c66b29e0de7ID
Pasal 16
Ketentuan lebih lanjut mengenai LPH diatur dalam
Peraturan Pemerintah.Referencing norms: DelegatedMatter, DelegatedRegulationPower, IssueImplementingRegulation, assert-h0a77158a67132a40ab507f7664c3d86131f59190859ff0643dc34cede258702e
article/17 · article · referenced by: 12
id · official · sha256:d080cb726cb445a852ca0d4443fd4cc15c6bca6d42cc1f854e55024b2f7261dfID
Pasal 17
(1) Bahan yang digunakan dalam PPH terdiri atas
bahan baku, bahan olahan, bahan tambahan, dan
bahan penolong.
(2) Bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berasal
dari:
a. hewan;
b. tumbuhan;
c. mikroba; atau
d. bahan yang dihasilkan melalui proses kimiawi,
proses biologi, atau proses rekayasa genetik.
(3) Bahan yang berasal dari hewan sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf a pada dasarnya halal,
kecuali yang diharamkan menurut syariat.Referencing norms: AnimalMaterialPresumedHalal, HaramDefeatsHalalMaterial, MaterialOrigin, OriginAnimal, OriginMicrobe, OriginPlant, OriginProcessDerived, animal_material, halal_material, material_origin, plant_material, process_material
article/18 · article · referenced by: 15
id · official · sha256:7e4fafd802e3983a7f673ecee19ab255cbb7534709931091c6f48811b5ee8f11ID
Pasal 18
(1) Bahan yang berasal dari hewan yang diharamkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3)
meliputi:
a. bangkai;
b. darah;
c. babi; dan/atau
d. hewan yang disembelih tidak sesuai dengan
syariat.
(2) Bahan yang berasal dari hewan yang diharamkan
selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan oleh Menteri berdasarkan fatwa MUI.Referencing norms: BloodClosure, CarcassClosure, GroundMakesHaram, HaramAnimalSource, HaramByBlood, HaramByCarcass, HaramByPig, HaramBySlaughter, MinisterDeterminationMakesHaram, PigClosure, SlaughterClosure, declared_haram_by_minister, declared_haram_by_minister/external, haram_ground, haram_material
article/19 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:884c12403d38ec5d9814d1c4e6d62bd8c2dbcaddcc0abf7f2e91081279a90b44ID
Pasal 19
(1) Hewan yang digunakan sebagai bahan Produk wajib
disembelih sesuai dengan syariat dan memenuhi
kaidah kesejahteraan hewan serta kesehatan
masyarakat veteriner.
(2) Tuntunan penyembelihan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.Referencing norms: SlaughterAccordingToSharia, SlaughterCompliant, SlaughterDuty, slaughter_compliant
article/2 · article
id · official · sha256:eb1a9340e621fb4c126713f58e44cd6a9a6948f0340b68d87c33e225a1b1baafID
Pasal 2
Penyelenggaraan JPH berasaskan:
a. pelindungan;
b. keadilan;
c. kepastian hukum;
d. akuntabilitas dan transparansi;
e. efektivitas dan efisiensi; dan
f. profesionalitas.article/20 · article · referenced by: 11
id · official · sha256:65194cbb37f73278378b95f47da2859d5e2e09639fa6e98ca2b333b48a06bbabID
Pasal 20
(1) Bahan yang berasal dari tumbuhan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf b pada
dasarnya halal, kecuali yang memabukkan dan/atau
membahayakan kesehatan bagi orang yang
mengonsumsinya.
(2) Bahan yang berasal dari mikroba dan bahan yang
dihasilkan melalui proses kimiawi, proses biologi,
atau proses rekayasa genetik sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf c dan huruf
d diharamkan jika proses pertumbuhan dan/atau
pembuatannya tercampur, terkandung, dan/atau
terkontaminasi dengan bahan yang diharamkan.
(3) Bahan yang diharamkan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Menteri
berdasarkan fatwa MUI.Referencing norms: HaramDefeatsHalalMaterial, MinisterDeterminationMakesHaram, PlantHaramByHealthRisk, PlantHaramByIntoxication, PlantMaterialPresumedHalal, ProcessHaramByContamination, ProcessHaramByContent, ProcessHaramByMixing, declared_haram_by_minister, declared_haram_by_minister/external, halal_material
article/21 · article · referenced by: 6
id · official · sha256:1fa9d11710583ca30fc0de5a73a9495f720eef308d74fc146f55d9ed12517ec6ID
Pasal 21
(1) Lokasi, tempat, dan alat PPH wajib dipisahkan
dengan lokasi, tempat, dan alat penyembelihan,
pengolahan, penyimpanan, pengemasan,
pendistribusian, penjualan, dan penyajian Produk
tidak halal.
(2) Lokasi, tempat, dan alat PPH sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) wajib:
a. dijaga kebersihan dan higienitasnya;
b. bebas dari najis; dan
c. bebas dari Bahan tidak halal.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai lokasi, tempat, dan
alat PPH sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dalam Peraturan Pemerintah.Referencing norms: DelegatedMatter, FacilitiesFindingContradiction, PphFacilitiesCompliant, assert-h4ecccca139e635fec4a531c007355f197a334fa39ba5b3f62694fa22c9ceddf0, facilities_finding_contradiction, pph_facilities_compliant
article/22 · article · referenced by: 9
id · official · sha256:9dad92a81d7ddcff31a2f468c10083aa1240895d52eb64d1854bd1ca0cdde687ID
Pasal 22
(1) Pelaku Usaha yang tidak memisahkan lokasi,
tempat, dan alat PPH sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) dikenai sanksi
administratif berupa:
a. peringatan tertulis; atau
b. denda administratif.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
pengenaan sanksi administratif diatur dalam
Peraturan Menteri.Referencing norms: AdministrativeSanction, Article22Fine, Article22WrittenWarning, DelegatedMatter, FacilitiesFindingContradiction, assert-h42d876385336e2e97d392aa43f34a82e30eaf55b62f90e36bb82cfbecde4ea08, facilities_finding_contradiction, pph_separation_violation_found, sanction_available
article/23 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:c286f361f6154cc3988417b337b5b95c0f88831e6ead9436dc440f4d38bd664bID
Pasal 23
Pelaku Usaha berhak memperoleh:
a. informasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai sistem
JPH;
b. pembinaan dalam memproduksi Produk Halal; dan
c. pelayanan untuk mendapatkan Sertifikat Halal
secara cepat, efisien, biaya terjangkau, dan tidak
diskriminatif.Referencing norms: OperatorRights, OperatorServiceRight, operator_entitled_to_information, operator_entitled_to_service
article/24 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:1ca88ea3daddb2be3384e6d31c4fe4f93f41d98cf7f40967add2fdef143fdacbID
Pasal 24
Pelaku Usaha yang mengajukan permohonan Sertifikat
Halal wajib:
a. memberikan informasi secara benar, jelas, dan jujur;
b. memisahkan lokasi, tempat dan alat penyembelihan,
pengolahan, penyimpanan, pengemasan,
pendistribusian, penjualan, dan penyajian antara
Produk Halal dan tidak halal;
c. memiliki Penyelia Halal; dan
d. melaporkan perubahan komposisi Bahan kepada
BPJPH.Referencing norms: ApplicantSupervisorDuty, ApplicantTruthfulnessDuty, GiveTruthfulInformation, HaveHalalSupervisor
article/25 · article · referenced by: 6
id · official · sha256:3a35ea07f70fc0fb0dd2937bd6ddba9391789820419c76b20361cbb08ca2a903ID
Pasal 25
Pelaku Usaha yang telah memperoleh Sertifikat Halal
wajib:
a. mencantumkan Label Halal terhadap Produk yang
telah mendapat Sertifikat Halal;
b. menjaga kehalalan Produk yang telah memperoleh
Sertifikat Halal;
c. memisahkan lokasi, tempat dan penyembelihan, alat
pengolahan, penyimpanan, pengemasan,
pendistribusian, penjualan, dan penyajian antara
Produk Halal dan tidak halal;
d. memperbarui Sertifikat Halal jika masa berlaku
Sertifikat Halal berakhir; dan
e. melaporkan perubahan komposisi Bahan kepada
BPJPH.Referencing norms: AttachHalalLabel, HolderLabelDuty, HolderMaintainHalalnessDuty, HolderReportMaterialChangeDuty, MaintainHalalness, ReportMaterialChange
article/26 · article · referenced by: 5
id · official · sha256:11f560f49dc213104cf405ef7d14e88cfe12d9520d982c26471f85c3fb20459dID
Pasal 26
(1) Pelaku Usaha yang memproduksi Produk dari Bahan
yang berasal dari Bahan yang diharamkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dan Pasal 20
dikecualikan dari mengajukan permohonan
Sertifikat Halal.
(2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada
Produk.Referencing norms: AttachNonHalalInformation, HaramProducerExempt, NonHalalInformationDuty, ProducesFromHaram, produces_from_haram_material
article/27 · article · referenced by: 12
id · official · sha256:de559599fd22517d53bbd4df19df023777a515d12559881a3b3ef043ac2b8647ID
Pasal 27
(1) Pelaku Usaha yang tidak melakukan kewajiban
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dikenai
sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. denda administratif; atau
c. pencabutan Sertifikat Halal.
(2) Pelaku Usaha yang tidak melakukan kewajiban
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2)
dikenai sanksi administratif berupa:
a. teguran lisan;
b. peringatan tertulis; atau
c. denda administratif.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
pengenaan sanksi administratif diatur dalam
Peraturan Menteri.Referencing norms: AdministrativeSanction, Article27Fine, Article27Revocation, Article27SecondFine, Article27SecondWrittenWarning, Article27VerbalWarning, Article27WrittenWarning, BpjphRevokesCertificate, DelegatedMatter, article_25_violation_found, article_26_violation_found, assert-h854a90e83eab685b234af107a5672de36ef5c5d128f6fc35ba7592af5378e077
article/28 · article · referenced by: 8
id · official · sha256:bc73c0867f440462ea95d2f30dfce02d5162a172a26d6a674f8767df9fdfbff9ID
Pasal 28
(1) Penyelia Halal sebagaimana dimaksud dalam Pasal
24 huruf c bertugas:
a. mengawasi PPH di perusahaan;
b. menentukan tindakan perbaikan dan
pencegahan;
c. mengoordinasikan PPH; dan
d. mendampingi Auditor Halal LPH pada saat
pemeriksaan.
(2) Penyelia Halal harus memenuhi persyaratan:
a. beragama Islam; dan
b. memiliki wawasan luas dan memahami syariat
tentang kehalalan.
(3) Penyelia Halal ditetapkan oleh pimpinan perusahaan
dan dilaporkan kepada BPJPH.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Penyelia Halal
diatur dalam Peraturan Menteri.Referencing norms: DelegatedMatter, ReportSupervisorToBpjph, SupervisePph, SupervisorQualified, SupervisorReportDuty, SupervisorTaskDuty, assert-h6fa4c1af468b14adf50ca89251421e5d6d60f328fe05114a6f9880f00dd3b75a, supervisor_qualified
article/29 · article · referenced by: 34
id · official · sha256:f0597c4ca5308541edb7e91c1fe442dcbf922ccc7912e1f3a391c4c80a0e3f2eID
Pasal 29
(1) Permohonan Sertifikat Halal diajukan oleh Pelaku
Usaha secara tertulis kepada BPJPH.
(2) Permohonan Sertifikat Halal harus dilengkapi
dengan dokumen:
a. data Pelaku Usaha;
b. nama dan jenis Produk;
c. daftar Produk dan Bahan yang digunakan; dan
d. proses pengolahan Produk.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
pengajuan permohonan Sertifikat Halal diatur
dalam Peraturan Menteri.Referencing norms: Application, ApplicationComplete, DelegatedMatter, HalalCertificationProcedure, HalalCertificationProcedure/ApplicationReturned, HalalCertificationProcedure/AppointLph, HalalCertificationProcedure/CertificateIssued, HalalCertificationProcedure/DeclareComplete, HalalCertificationProcedure/DeclareNotHalal, HalalCertificationProcedure/DetermineHalal, HalalCertificationProcedure/DocumentsComplete, HalalCertificationProcedure/Examine, HalalCertificationProcedure/Examined, HalalCertificationProcedure/ForwardToMui, HalalCertificationProcedure/HalalDetermined, HalalCertificationProcedure/IssueCertificate, HalalCertificationProcedure/LphAppointed, HalalCertificationProcedure/ResultWithBpjph, HalalCertificationProcedure/ResultWithMui, HalalCertificationProcedure/ReturnResultToBpjph, HalalCertificationProcedure/Submitted, HalalCertificationProcedureState, HalalCertificationProcedureStep, HalalCertificationProcedureTransition, application_documents_complete, assert-h3ec27c951653c70a451db186e586e7d003dbd7c913fed77e7e887849386bab92, attempted_transition, current_state, entered_state, initial_state, left_state, procedure_instance, state_before, valid_transition
article/3 · article
id · official · sha256:434e3fd23c2296b28aa745680b8a6bcf1630ecc15f39d9ef63bad03fec356a60ID
Pasal 3
Penyelenggaraan JPH bertujuan:
a. memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan,
dan kepastian ketersediaan Produk Halal bagi
masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan
Produk; dan
b. meningkatkan nilai tambah bagi Pelaku Usaha
untuk memproduksi dan menjual Produk Halal.article/30 · article · referenced by: 37
id · official · sha256:f2036947525b104d34af74b0b072ba2170424d352cafe1d21d1d398c42148e27ID
Pasal 30
(1) BPJPH menetapkan LPH untuk melakukan
pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan Produk.
(2) Penetapan LPH sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan dalam jangka waktu paling lama 5 (lima)
hari kerja terhitung sejak dokumen permohonan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2)
dinyatakan lengkap.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
penetapan LPH diatur dalam Peraturan Menteri.Referencing norms: AppointmentInTime, AppointmentOverdue, AppointmentRecorded, DelegatedMatter, HalalCertificationProcedure, HalalCertificationProcedure/ApplicationReturned, HalalCertificationProcedure/AppointLph, HalalCertificationProcedure/CertificateIssued, HalalCertificationProcedure/DeclareComplete, HalalCertificationProcedure/DeclareNotHalal, HalalCertificationProcedure/DetermineHalal, HalalCertificationProcedure/DocumentsComplete, HalalCertificationProcedure/Examine, HalalCertificationProcedure/Examined, HalalCertificationProcedure/ForwardToMui, HalalCertificationProcedure/HalalDetermined, HalalCertificationProcedure/IssueCertificate, HalalCertificationProcedure/LphAppointed, HalalCertificationProcedure/ResultWithBpjph, HalalCertificationProcedure/ResultWithMui, HalalCertificationProcedure/ReturnResultToBpjph, HalalCertificationProcedure/Submitted, HalalCertificationProcedureState, HalalCertificationProcedureStep, HalalCertificationProcedureTransition, appointment_overdue, appointment_recorded, appointment_within_deadline, assert-h96615f29ecacada3bb2624027479d05b4bbddc31bdec4092081c30730485a6e3, attempted_transition, current_state, entered_state, initial_state, left_state, procedure_instance, state_before, valid_transition
article/31 · article · referenced by: 33
id · official · sha256:a981b1b32fbc990f842fb334a9f02acdcd8493ce25a4a646e91401114ff079ebID
Pasal 31
(1) Pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan Produk
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1)
dilakukan oleh Auditor Halal.
(2) Pemeriksaan terhadap Produk dilakukan di lokasi
usaha pada saat proses produksi.
(3) Dalam hal pemeriksaan Produk sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) terdapat Bahan yang
diragukan kehalalannya, dapat dilakukan pengujian
di laboratorium.
(4) Dalam pelaksanaan pemeriksaan di lokasi usaha
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pelaku Usaha
wajib memberikan informasi kepada Auditor Halal.Referencing norms: ConductLaboratoryTest, HalalCertificationProcedure, HalalCertificationProcedure/ApplicationReturned, HalalCertificationProcedure/AppointLph, HalalCertificationProcedure/CertificateIssued, HalalCertificationProcedure/DeclareComplete, HalalCertificationProcedure/DeclareNotHalal, HalalCertificationProcedure/DetermineHalal, HalalCertificationProcedure/DocumentsComplete, HalalCertificationProcedure/Examine, HalalCertificationProcedure/Examined, HalalCertificationProcedure/ForwardToMui, HalalCertificationProcedure/HalalDetermined, HalalCertificationProcedure/IssueCertificate, HalalCertificationProcedure/LphAppointed, HalalCertificationProcedure/ResultWithBpjph, HalalCertificationProcedure/ResultWithMui, HalalCertificationProcedure/ReturnResultToBpjph, HalalCertificationProcedure/Submitted, HalalCertificationProcedureState, HalalCertificationProcedureStep, HalalCertificationProcedureTransition, LaboratoryTestDuty, ProvideInformationDuty, ProvideInformationToAuditor, attempted_transition, current_state, entered_state, initial_state, left_state, procedure_instance, state_before, valid_transition
article/32 · article · referenced by: 29
id · official · sha256:29bffe693f273795dffa80cb9cce533912b44b847bd8ab2174466337129e3cecID
Pasal 32
(1) LPH menyerahkan hasil pemeriksaan dan/atau
pengujian kehalalan Produk kepada BPJPH.
(2) BPJPH menyampaikan hasil pemeriksaan dan/atau
pengujian kehalalan Produk kepada MUI untuk
memperoleh penetapan kehalalan Produk.Referencing norms: HalalCertificationProcedure, HalalCertificationProcedure/ApplicationReturned, HalalCertificationProcedure/AppointLph, HalalCertificationProcedure/CertificateIssued, HalalCertificationProcedure/DeclareComplete, HalalCertificationProcedure/DeclareNotHalal, HalalCertificationProcedure/DetermineHalal, HalalCertificationProcedure/DocumentsComplete, HalalCertificationProcedure/Examine, HalalCertificationProcedure/Examined, HalalCertificationProcedure/ForwardToMui, HalalCertificationProcedure/HalalDetermined, HalalCertificationProcedure/IssueCertificate, HalalCertificationProcedure/LphAppointed, HalalCertificationProcedure/ResultWithBpjph, HalalCertificationProcedure/ResultWithMui, HalalCertificationProcedure/ReturnResultToBpjph, HalalCertificationProcedure/Submitted, HalalCertificationProcedureState, HalalCertificationProcedureStep, HalalCertificationProcedureTransition, attempted_transition, current_state, entered_state, initial_state, left_state, procedure_instance, state_before, valid_transition
article/33 · article · referenced by: 37
id · official · sha256:21db0336bafecde887a3a1d4ff50e88d8b2eb344c5e7fcfb19dc407e8083f0cdID
Pasal 33
(1) Penetapan kehalalan Produk dilakukan oleh MUI.
(2) Penetapan kehalalan Produk sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan dalam Sidang Fatwa Halal.
(3) Sidang Fatwa Halal MUI sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) mengikutsertakan pakar, unsur
kementerian/lembaga, dan/atau instansi terkait.
(4) Sidang Fatwa Halal sebagaimana dimaksud pada
ayat (3) memutuskan kehalalan Produk paling lama
30 (tiga puluh) hari kerja sejak MUI menerima hasil
pemeriksaan dan/atau pengujian Produk dari
BPJPH.
(5) Keputusan Penetapan Halal Produk sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) ditandatangani oleh MUI.
(6) Keputusan Penetapan Halal Produk sebagaimana
dimaksud pada ayat (5) disampaikan kepada BPJPH
untuk menjadi dasar penerbitan Sertifikat Halal.Referencing norms: FatwaInTime, FatwaOverdue, HalalCertificationProcedure, HalalCertificationProcedure/ApplicationReturned, HalalCertificationProcedure/AppointLph, HalalCertificationProcedure/CertificateIssued, HalalCertificationProcedure/DeclareComplete, HalalCertificationProcedure/DeclareNotHalal, HalalCertificationProcedure/DetermineHalal, HalalCertificationProcedure/DocumentsComplete, HalalCertificationProcedure/Examine, HalalCertificationProcedure/Examined, HalalCertificationProcedure/ForwardToMui, HalalCertificationProcedure/HalalDetermined, HalalCertificationProcedure/IssueCertificate, HalalCertificationProcedure/LphAppointed, HalalCertificationProcedure/ResultWithBpjph, HalalCertificationProcedure/ResultWithMui, HalalCertificationProcedure/ReturnResultToBpjph, HalalCertificationProcedure/Submitted, HalalCertificationProcedureState, HalalCertificationProcedureStep, HalalCertificationProcedureTransition, HalalDeterminationSigned, attempted_transition, current_state, entered_state, fatwa_overdue, fatwa_within_deadline, halal_determination_signed, initial_state, left_state, mui_determines_halal, mui_determines_halal/external, procedure_instance, state_before, valid_transition
article/34 · article · referenced by: 34
id · official · sha256:3670cf13193e84681ba891ef87c1d4d4f97859f7cd2036bc5db038512c475467ID
Pasal 34
(1) Dalam hal Sidang Fatwa Halal sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) menetapkan halal
pada Produk yang dimohonkan Pelaku Usaha,
BPJPH menerbitkan Sertifikat Halal.
(2) Dalam hal Sidang Fatwa Halal sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) menyatakan
Produk tidak halal, BPJPH mengembalikan
permohonan Sertifikat Halal kepada Pelaku Usaha
disertai dengan alasan.Referencing norms: BpjphIssuesCertificate, HalalCertificationProcedure, HalalCertificationProcedure/ApplicationReturned, HalalCertificationProcedure/AppointLph, HalalCertificationProcedure/CertificateIssued, HalalCertificationProcedure/DeclareComplete, HalalCertificationProcedure/DeclareNotHalal, HalalCertificationProcedure/DetermineHalal, HalalCertificationProcedure/DocumentsComplete, HalalCertificationProcedure/Examine, HalalCertificationProcedure/Examined, HalalCertificationProcedure/ForwardToMui, HalalCertificationProcedure/HalalDetermined, HalalCertificationProcedure/IssueCertificate, HalalCertificationProcedure/LphAppointed, HalalCertificationProcedure/ResultWithBpjph, HalalCertificationProcedure/ResultWithMui, HalalCertificationProcedure/ReturnResultToBpjph, HalalCertificationProcedure/Submitted, HalalCertificationProcedureState, HalalCertificationProcedureStep, HalalCertificationProcedureTransition, IssueOnHalalDetermination, ReturnOnNotHalal, application_returned_with_reasons, attempted_transition, certificate_must_be_issued, current_state, entered_state, initial_state, left_state, procedure_instance, state_before, valid_transition
article/35 · article · referenced by: 33
id · official · sha256:5ad57ae00c98f02abcb2d15596f3c7fa864a5b9c059b5b07a09d25a9f2a93494ID
Pasal 35
Sertifikat Halal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34
ayat (1) diterbitkan oleh BPJPH paling lama 7 (tujuh) hari
kerja terhitung sejak keputusan kehalalan Produk
diterima dari MUI.Referencing norms: HalalCertificationProcedure, HalalCertificationProcedure/ApplicationReturned, HalalCertificationProcedure/AppointLph, HalalCertificationProcedure/CertificateIssued, HalalCertificationProcedure/DeclareComplete, HalalCertificationProcedure/DeclareNotHalal, HalalCertificationProcedure/DetermineHalal, HalalCertificationProcedure/DocumentsComplete, HalalCertificationProcedure/Examine, HalalCertificationProcedure/Examined, HalalCertificationProcedure/ForwardToMui, HalalCertificationProcedure/HalalDetermined, HalalCertificationProcedure/IssueCertificate, HalalCertificationProcedure/LphAppointed, HalalCertificationProcedure/ResultWithBpjph, HalalCertificationProcedure/ResultWithMui, HalalCertificationProcedure/ReturnResultToBpjph, HalalCertificationProcedure/Submitted, HalalCertificationProcedureState, HalalCertificationProcedureStep, HalalCertificationProcedureTransition, IssueInTime, IssueOverdue, attempted_transition, current_state, entered_state, initial_state, issue_overdue, issue_within_deadline, left_state, procedure_instance, state_before, valid_transition
article/36 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:8a470586d33e0ef6b2a982d0a85905d5ff3a66357709d8c9e11df3133e21e6d9ID
Pasal 36
Penerbitan Sertifikat Halal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 35 wajib dipublikasikan oleh BPJPH.Referencing norms: PublicationRequired, publication_required
article/37 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:2d572e5004802928047e155048a086f828b31ebb0025caf94444e68dbce90eedID
Pasal 37
BPJPH menetapkan bentuk Label Halal yang berlaku
nasional.Referencing norms: HalalLabelFormDetermined, halal_label_form_determined
article/38 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:fb9ec12af7bc8f722d16e171cabfb6c265546fd2b8405c17ad6316fa3042ccfbID
Pasal 38
Pelaku Usaha yang telah memperoleh Sertifikat Halal
wajib mencantumkan Label Halal pada:
a. kemasan Produk;
b. bagian tertentu dari Produk; dan/atau
c. tempat tertentu pada Produk.Referencing norms: LabelPlacementDuty, PlaceHalalLabelProperly
article/39 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:ae1cf7c0a2777093fb471d3c08b16e59d792fc65c292ba40d097f4a8fae00fc8ID
Pasal 39
Pencantuman Label Halal sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 38 harus mudah dilihat dan dibaca serta tidak
mudah dihapus, dilepas, dan dirusak.Referencing norms: LabelPlacementDuty, PlaceHalalLabelProperly
article/4 · article · referenced by: 17
id · official · sha256:9eae4bdfac5a8f342b5571f02b8e13c268dee9f4431026b7552eae010e84ee89ID
Pasal 4
Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di
wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.Referencing norms: CertificationDuty, CertificationRequired, CirculatingClosure, CoveredByCirculating, CoveredByEntering, CoveredByTrading, EnteringClosure, HalalCertified, ImportOutsideDelay/ImportDutyFromEntryIntoForce, ProductHoldsValidCertificate, TradedClosure, certification_required, circulates_in_indonesia, covered_by_certification_rule, enters_indonesia, holds_valid_certificate, traded_in_indonesia
article/40 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:ea3cf566790353792b29c45abeaa70ed84211941e1f4b19454fdfdc9a1ab5f1fID
Pasal 40
Ketentuan lebih lanjut mengenai Label Halal diatur dalam
Peraturan Menteri.Referencing norms: DelegatedMatter, assert-hcca112d0efd25f4f5af2aa8b8bfc14d6b5406099bfb178ac4265219817c6415a
article/41 · article · referenced by: 7
id · official · sha256:709c580e44fbc861ca9a0798e536b8f821e294e9f1c77afcfbe60d2c7e3d7838ID
Pasal 41
(1) Pelaku Usaha yang mencantumkan Label Halal tidak
sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 38 dan Pasal 39 dikenai sanksi
administratif berupa:
a. teguran lisan;
b. peringatan tertulis; atau
c. pencabutan Sertifikat Halal.
(2) Ketentuan mengenai tata cara pengenaan sanksi
administratif diatur dalam Peraturan Menteri.Referencing norms: AdministrativeSanction, Article41Revocation, Article41VerbalWarning, Article41WrittenWarning, DelegatedMatter, assert-h7ed1bdbec1d6ac69d17ae228ff6889ff288b2124ab16e933446c148996ec2932, label_violation_found
article/42 · article · referenced by: 14
id · official · sha256:9326bc8eeb2b94f1ccf016620e4d198b08d2de23b00c251be17990e41a62a1a0ID
Pasal 42
(1) Sertifikat Halal berlaku selama 4 (empat) tahun
sejak diterbitkan oleh BPJPH, kecuali terdapat
perubahan komposisi Bahan.
(2) Sertifikat Halal wajib diperpanjang oleh Pelaku
Usaha dengan mengajukan pembaruan Sertifikat
Halal paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa
berlaku Sertifikat Halal berakhir.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembaruan
Sertifikat Halal diatur dalam Peraturan Menteri.Referencing norms: CertificateInForce, CertificateValidityWindow, CompositionChangeDefeatsValidity, DelegatedMatter, ProductHoldsValidCertificate, RenewCertificate, RenewalDuty, RenewalInTime, RenewalLate, assert-hfc629dda208e25bc8278a2f251e8927156786b5af05ae4dda1d33daf0f7e2b42, certificate_in_force, certificate_valid_until, renewal_in_time, renewal_late
article/43 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:bc58e1bb5ff1b294e6d10ec969c0973a255a39d90d5809cd89e5fd23dbeb0bedID
Pasal 43
Setiap orang yang terlibat dalam penyelenggaraan proses
JPH wajib menjaga kerahasiaan formula yang tercantum
dalam informasi yang diserahkan oleh Pelaku Usaha.Referencing norms: FormulaSecrecyDuty, KeepFormulaSecret
article/44 · article · referenced by: 6
id · official · sha256:2523849c9715cb8f42df63ac00a7785f91dd92908cf0f8883ee9105d4a1aa72bID
Pasal 44
(1) Biaya Sertifikasi Halal dibebankan kepada Pelaku
Usaha yang mengajukan permohonan Sertifikat
Halal.
(2) Dalam hal Pelaku Usaha merupakan usaha mikro
dan kecil, biaya Sertifikasi Halal dapat difasilitasi
oleh pihak lain.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai biaya sertifikasi
halal diatur dalam Peraturan Pemerintah.Referencing norms: CostBorneByApplicant, DelegatedMatter, MicroSmallMayBeFacilitated, assert-h42d3fa41e8b362d701cdc96aca07e69bc6d67848fd74f4243438aa30cdc710bf, cost_borne_by, cost_may_be_facilitated
article/45 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:2255e2d533050c3c93dcf53e2a4fc43e88e5bf776b8f5195434bc9793a609887ID
Pasal 45
(1) BPJPH dalam mengelola keuangan menggunakan
pengelolaan keuangan badan layanan umum.
(2) Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan BPJPH
diatur dalam Peraturan Menteri.Referencing norms: DelegatedMatter, assert-h742f023470c155e02b3c59cacc955764a887804fa40eddf090d22cfe23ce561c
article/46 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:54910699c0c46efba041d85e6d35d9f8c5dffc94b98ca5b269c583f69dec60b2ID
Pasal 46
(1) Pemerintah dapat melakukan kerja sama
internasional dalam bidang JPH sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Kerja sama internasional dalam bidang JPH
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berbentuk pengembangan JPH, penilaian
kesesuaian, dan/atau pengakuan Sertifikat Halal.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kerja sama JPH
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan
atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.Referencing norms: DelegatedMatter, InternationalCooperationPermitted, assert-h65b13defe8f199133f8d9a32fbc6df2506c71c78a197568ba1418a9ab02720c7, international_cooperation_permitted
article/47 · article · referenced by: 7
id · official · sha256:5f213165f1eef007047b21f6833886539d8df9513fdb72dfdf839dbd58ec75c5ID
Pasal 47
(1) Produk Halal luar negeri yang diimpor ke Indonesia
berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang ini.
(2) Produk Halal, sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tidak perlu diajukan permohonan Sertifikat Halalnya
sepanjang Sertifikat Halal diterbitkan oleh lembaga
halal luar negeri yang telah melakukan kerja sama
saling pengakuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 46 ayat (2).
(3) Sertifikat Halal sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
wajib diregistrasi oleh BPJPH sebelum Produk
diedarkan di Indonesia.
(4) Ketentuan mengenai tata cara registrasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dalam
Peraturan Pemerintah.Referencing norms: DelegatedMatter, ForeignCertificateRegistrationDuty, ImportedProductMustComply, RecognisedForeignCertificateExempts, RegisterForeignCertificate, assert-hcdc50262d34e2e8d887c3ce4a9de1eb3a3dc73583bf1e0eb69108d43473b478e, must_comply_with_this_act
article/48 · article · referenced by: 5
id · official · sha256:636e4f78ac35c9c31e5e65ff93e1d28a51015a31aba2ff31261085a24e26e46bID
Pasal 48
(1) Pelaku Usaha yang tidak melakukan registrasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 ayat (3)
dikenai sanksi administratif berupa penarikan
barang dari peredaran.
(2) Ketentuan mengenai tata cara pengenaan sanksi
administratif diatur dalam Peraturan Menteri.Referencing norms: AdministrativeSanction, Article48GoodsWithdrawal, DelegatedMatter, assert-h421ade0acadc15ad5ff1796521ccca14aadec549cb67fd903c7ff3adfab0a274, registration_violation_found
article/49 · article · referenced by: 3
id · official · sha256:6d4936cf3bfc4d893741208985ba326b95cddb0f520d13f6189fd4cdb71c8123ID
Pasal 49
BPJPH melakukan pengawasan terhadap JPH.Referencing norms: SubjectToSupervision, subject_to_bpjph_supervision, supervision_covers
article/5 · article · referenced by: 3
id · official · sha256:59604fa4ea44c5a598935e3be7251c57c3b7112cebcfd757e4e5b8a1742d9c4fID
Pasal 5
(1) Pemerintah bertanggung jawab dalam
menyelenggarakan JPH.
(2) Penyelenggaraan JPH sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilaksanakan oleh Menteri.
(3) Untuk melaksanakan penyelenggaraan JPH
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dibentuk
BPJPH yang berkedudukan di bawah dan
bertanggung jawab kepada Menteri.
(4) Dalam hal diperlukan, BPJPH dapat membentuk
perwakilan di daerah.
(5) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, dan susunan
organisasi BPJPH diatur dalam Peraturan Presiden.Referencing norms: DelegatedMatter, RegulationMaker, assert-hd959f73a7aa78e103145c98740acf839aa51bdadd7c8cfe6d76d2cfe19227866
article/50 · article · referenced by: 9
id · official · sha256:d4ed6f6915f3f28f1af79d5033328f6ae5637652f8a07ad2771cb066041c5fd4ID
Pasal 50
Pengawasan JPH dilakukan terhadap:
a. LPH;
b. masa berlaku Sertifikat Halal;
c. kehalalan Produk;
d. pencantuman Label Halal;
e. pencantuman keterangan tidak halal;
f. pemisahan lokasi, tempat dan alat penyembelihan,
pengolahan, penyimpanan, pengemasan,
pendistribusian, penjualan, serta penyajian antara
Produk Halal dan tidak halal;
g. keberadaan Penyelia Halal; dan/atau
h. kegiatan lain yang berkaitan dengan JPH.Referencing norms: SupervisionSubject, assert-h39ab467a50f33721350d41093852b4c6854c785d11fcee6e68f832c4c4cd131b, assert-h3ce199d0d9e993a17c94101a1ebec353b5d1d20dcb763106ae90343ab534f3cf, assert-h640e5d5e534c4857107c05094dcb101f72e6c91a0e54f140e15ae4ae17d0a09a, assert-h71923282540f33fd41080b81958eab12f3aa294aae634f5af58124233e828bd0, assert-h7f303b96d674a2d607847a4e3ff5cd4f11031fff9a31cf0465c4f05f5d5424dd, assert-h9c66c3fc163c9828ccf0398ce3436dbdbdf11e225d5a731b42e9dda8db6212db, assert-hf40ae95e1569f96339e2dda56cba93774f9ebd1f7253ba8283994c61002c1144, supervision_covers
article/51 · article · referenced by: 3
id · official · sha256:e7029589c3066f54c09fde6be163389260de9692133890af610251141eb710fcID
Pasal 51
(1) BPJPH dan kementerian dan/atau lembaga terkait
yang memiliki kewenangan pengawasan JPH dapat
melakukan pengawasan secara sendiri-sendiri atau
bersama-sama.
(2) Pengawasan JPH dengan kementerian dan/atau
lembaga terkait sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.Referencing norms: SupervisionAloneLawful, SupervisionJointlyLawful, supervision_form_lawful
article/52 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:7fa3d000f533e4c2775f4a5f99d4209d038b7d14accf6a9431a1b0bf59d8d406ID
Pasal 52
Ketentuan lebih lanjut mengenai pengawasan diatur
dalam Peraturan Pemerintah.Referencing norms: DelegatedMatter, DelegatedRegulationPower, IssueImplementingRegulation, assert-h4dffb33b011b86355e068d87ada733ca954862b83390192a91a54dd6c9e31a36
article/53 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:6958db069903727386feeeed1b74fba266a1dc4e3262b13311d832f750138282ID
Pasal 53
(1) Masyarakat dapat berperan serta dalam
penyelenggaraan JPH.
(2) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dapat berupa:
a. melakukan sosialisasi mengenai JPH; dan
b. mengawasi Produk dan Produk Halal yang
beredar.
(3) Peran serta masyarakat berupa pengawasan Produk
dan Produk Halal yang beredar sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf b berbentuk
pengaduan atau pelaporan ke BPJPH.Referencing norms: PublicParticipationRecognised, public_participation_recognised
article/54 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:205e64f95664b306290154b33025566e1fcece3d025544342ba18f718f736ad0ID
Pasal 54
BPJPH dapat memberikan penghargaan kepada
masyarakat yang berperan serta dalam penyelenggaraan
JPH.Referencing norms: AwardMayBeGiven, award_may_be_given
article/55 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:b241edd1cdc1eaa8d42feab4322d6ecee631676e6b47e73bebabd927da29d962ID
Pasal 55
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara peran serta
masyarakat dan pemberian penghargaan diatur dalam
Peraturan Menteri.Referencing norms: DelegatedMatter, assert-he623775537b1b4c42930fb3816438437e349ba9e71d6f1d0d8bb7a4bf7030e2b
article/56 · article · referenced by: 9
id · official · sha256:6d1122bfc67d618fa6e36474d0769e9c683d487b176dcefd20427c85bcbe5a90ID
Pasal 56
Pelaku Usaha yang tidak menjaga kehalalan Produk
yang telah memperoleh Sertifikat Halal sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 25 huruf b dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana
denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar
rupiah).Referencing norms: Article56FineLimit, Article56ImprisonmentLimit, Article56Liability, MaxFine, MaxImprisonmentArticle56, criminal_liability_article_56, criminal_maximum_fine, criminal_maximum_imprisonment, halalness_breach_established
article/57 · article · referenced by: 9
id · official · sha256:9f31296df1dd9ae10f4d787a8f925411fa16b5f77f9af8b0304f2926cc2fe419ID
Pasal 57
Setiap orang yang terlibat dalam penyelenggaraan proses
JPH yang tidak menjaga kerahasiaan formula yang
tercantum dalam informasi yang diserahkan Pelaku
Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 dipidana
dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau
pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua
miliar rupiah).Referencing norms: Article57FineLimit, Article57ImprisonmentLimit, Article57Liability, MaxFine, MaxImprisonmentArticle57, criminal_liability_article_57, formula_secrecy_breach_established, person_maximum_fine, person_maximum_imprisonment
article/58 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:26ab7dc1f75e8ac266637ba4b885f23b90dcda444e941efdd8940811f5984470ID
Pasal 58
Sertifikat Halal yang telah ditetapkan oleh MUI sebelum
Undang-Undang ini berlaku dinyatakan tetap berlaku
sampai jangka waktu Sertifikat Halal tersebut berakhir.Referencing norms: MuiCertificateSurvives, certificate_remains_valid
article/59 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:7bdb8e987a2c42e1b0d2b166b157f8f9d33f89dd933e1534cf444932532ee199ID
Pasal 59`
Sebelum BPJPH dibentuk, pengajuan permohonan atau
perpanjangan Sertifikat Halal dilakukan sesuai dengan
tata cara memperoleh Sertifikat Halal yang berlaku
sebelum Undang-Undang ini diundangkan.Referencing norms: PriorProcedureBeforeBpjph, prior_procedure_applies
article/6 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:ce23fb3505aea29caa6338ca1d18fe3c1de08c6128384a23a562f24e313d26c4ID
Pasal 6
Dalam penyelenggaraan JPH, BPJPH berwenang:
a. merumuskan dan menetapkan kebijakan JPH;
b. menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria
JPH;
c. menerbitkan dan mencabut Sertifikat Halal dan
Label Halal pada Produk;
d. melakukan registrasi Sertifikat Halal pada Produk
luar negeri;
e. melakukan sosialisasi, edukasi, dan publikasi
Produk Halal;
f. melakukan akreditasi terhadap LPH;
g. melakukan registrasi Auditor Halal;
h. melakukan pengawasan terhadap JPH;
i. melakukan pembinaan Auditor Halal; dan
j. melakukan kerja sama dengan lembaga dalam dan
luar negeri di bidang penyelenggaraan JPH.Referencing norms: BpjphIssuesCertificate, BpjphRevokesCertificate, bpjph_issues_certificate, bpjph_may_revoke_certificate
article/60 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:27868dd668545a19dd00d5664c889dac453c51f4ad9e9e903a73cf8af7af9386ID
Pasal 60
MUI tetap menjalankan tugasnya di bidang Sertifikasi
Halal sampai dengan BPJPH dibentuk.Referencing norms: MuiCertifiesUntilBpjph, mui_still_certifies
article/61 · article · referenced by: 6
id · official · sha256:79f33368dc97a3a905ac62c2eaa4f198edd9a53ae129963635ad3171520fd0b2ID
Pasal 61
LPH yang sudah ada sebelum Undang-Undang ini
berlaku diakui sebagai LPH dan wajib menyesuaikan
dengan ketentuan dalam Pasal 13 paling lama 2 (dua)
tahun terhitung sejak BPJPH dibentuk.Referencing norms: AlignWithArticle13, ExistingLphDeadline, ExistingLphMustAlign, ExistingLphRecognised, lph_alignment_deadline, lph_recognised
article/62 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:29e7272ab353a6a745e6a312afb52c017e6bb754184c741aa274b56e0e3b8fe5ID
Pasal 62
Auditor halal yang sudah ada sebelum Undang-Undang
ini berlaku diakui sebagai Auditor Halal dan wajib
menyesuaikan dengan ketentuan dalam Pasal 14 dan
Pasal 15 paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak
Undang-Undang ini diundangkan.Referencing norms: AuditorAlignWithArticles1415, ExistingAuditorDeadline, ExistingAuditorMustAlign, auditor_alignment_deadline
article/63 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:13384364f72ce7fb328ceab97e3bf9d76985c4d2e30bbbf79c3ba207b4fa7babID
Pasal 63
Penyelia Halal perusahaan yang sudah ada sebelum
Undang-Undang ini berlaku diakui sebagai Penyelia Halal
dan wajib menyesuaikan dengan ketentuan dalam Pasal
28 paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak Undang-
Undang ini diundangkan.Referencing norms: ExistingSupervisorDeadline, ExistingSupervisorMustAlign, SupervisorAlignWithArticle28, supervisor_alignment_deadline
article/64 · article · referenced by: 6
id · official · sha256:1070e49072a3e729c7670a0f3ce5980928c3e4a665084f13131ba133d622fe76ID
Pasal 64
BPJPH harus dibentuk paling lambat 3 (tiga) tahun
terhitung sejak Undang-Undang ini diundangkan.Referencing norms: BpjphFormationDeadline, BpjphFormationOverdue, BpjphFormedInTime, bpjph_formation_deadline, bpjph_formation_overdue, bpjph_formed_in_time
article/65 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:833d23592d4c035396c7f39807e4cefc74d2a0f8c9ac4f8702395beb28c5e2c4ID
Pasal 65
Peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini harus
ditetapkan paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak
Undang-Undang ini diundangkan.Referencing norms: ImplementingRegulationDeadline, implementing_regulation_deadline
article/66 · article · referenced by: 4
id · official · sha256:c8e73eb7cc41f0bc0530f9047345e49635ba7a76cc38e9544cf018747683e0c6ID
Pasal 66
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua
Peraturan Perundang-undangan yang mengatur
mengenai JPH dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang
tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Undang-
Undang ini.Referencing norms: ContradictionDefeatsSurvival, PriorRegulation, PriorRegulationSurvives, prior_regulation_stays_in_force
article/67 · article · referenced by: 11
id · official · sha256:0e33aa341ae8165167c2d7b16ab8b6c6a49eb00e05c9c6ff4280caa3a75e8bb5ID
Pasal 67
(1) Kewajiban bersertifikat halal bagi Produk yang
beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 mulai berlaku
5 (lima) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini
diundangkan.
(2) Sebelum kewajiban bersertifikat halal sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) berlaku, jenis Produk yang
bersertifikat halal diatur secara bertahap.
(3) Ketentuan mengenai jenis Produk yang bersertifikat
halal secara bertahap sebagaimana diatur pada ayat
(2) diatur dalam Peraturan Pemerintah.Referencing norms: CertificationDutyStart, CertificationRequired, DelegatedMatter, DelegatedRegulationPower, DutyInForceAfterDelay, ImportOutsideDelay, ImportOutsideDelay/ImportDutyFromEntryIntoForce, IssueImplementingRegulation, assert-h9074de433370e78fbb15aee0b1153abafc5ecaa7f620292d11952b1c28f9d6d9, certification_duty_in_force_from, certification_duty_starts_on
article/68 · article · referenced by: 2
id · official · sha256:fa471d6088e3296a34910538f7fb5cce44001ccaa17afb2c9e8fec64f380e337ID
Pasal 68
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.Referencing norms: ActEntersIntoForce, act_in_force_from
article/7 · article
id · official · sha256:0a87ded23a50460112357e3c8a9d5ce892a0466131424c8cc65a8888da855ce3ID
Pasal 7
Dalam melaksanakan wewenang sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6, BPJPH bekerja sama dengan:
a. kementerian dan/atau lembaga terkait;
b. LPH; dan
c. MUI.article/8 · article
id · official · sha256:f65c0153bb775c80fe034107959288b424b649c735e698dfdb3c2b560986595bID
Pasal 8
Kerja sama BPJPH dengan kementerian dan/atau
lembaga terkait sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7
huruf a dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi
kementerian dan/atau lembaga terkait.article/9 · article
id · official · sha256:9cea44042178dc84f12ca9dec81440ddfdfbf84f0a8a619449e2b8eaccb25f83ID
Pasal 9
Kerja sama BPJPH dengan LPH sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 7 huruf b dilakukan untuk pemeriksaan
dan/atau pengujian Produk.promulgation · provision · referenced by: 2
id · official · sha256:0a847029531988f41cf7943b2abb1ba10392d8310f23bd303953ae62d6d658c4ID
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 17 Oktober 2014
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
AMIR SYAMSUDIN
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 295Referencing norms: assert-h81102c3f9e5def2f12af4d7a4859c0cb59b02e9d1c4f8d091957b1b31c6e8979, promulgated_on
The hash beside the text is the sha256 of its exact bytes. It is the check that the text shown matches the one pinned in the package: a divergence fails the oracle’s static analysis.